Senin, 14 Maret 2011

Faktor Penyebab Keberhasilan Dan Kegagalan Wirausaha

FAKTOR PENYEBAB KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN BERWIRAUSAHA

Seseorang ketika mengawali usahanya harus siap dengan dua hal yaitu : berhasil dalam mengembangkan usahanya atau gagal sama sekali dalam usahanya.

Penyebab wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya:

  1. Kurangnya kehandalan SDM dan tidak kompeten dalam manajerial serta kurangnya pengalaman ketika menjalankan strategi perusahaan. Strategi baik yang dibuat tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya kompetensi dalam manajerial. Menempatkan orang-orang yang tidak kompeten di tempat yang sangat strategis akan memperburuk jalannya usaha. Kompetensi dalam manajerial sangat membantu keberhasilan perusahaan karena meletakan orang-orang yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat bekerja karyawan akan mempermudah usaha dan strategi perusahaan untuk dilaksanakan.
  2. Kurangnya pemahaman bidang usaha yang diambil karena tidak dapat memvisualisasikan dengan jelas usaha yang akan digeluti. Seorang wirausahawan apabila tidak dapat mendeskripsikan dan memvisualisakan bentuk usaha yang digeluti mengantar pada kehancuran usaha. Pemaham bisnis atau bidang usaha yang diambil secara kontekstual dan riel sangat membantu arah, tujuan, misi, dan visi perusahaan. Kejelasan bidang usaha yang telah ditentukan sangat membantu dan mempermudah mengambil kebijakan manajerial dan strategi yang dibuat.
  3. Kurangnya kehandalan pengelolaan administrasi dan keuangan (modal dan kendali kredit). Pengelolaan adminsitrasi dan keuangan yang apa adanya akan mempersulit majunya perusahaan. Pencatatan adminsitrasi dan keuangan secara sembarang akan semakin memperburuk kondisi usaha karena tidak dapat membaca transaksi dan aktivitas yang telah terjadi. Aktivitas yang telah dilalui seperti pembayaran utang-piutang, jumlah pesanan, jadwal kirim, proses produksi, dll akan tidak dapat terselelsaiak dengan baik. Penangana modal dan kreditdari bank atau swasta apabila tidak dicatat pengeluaran dan alokasi penggunaannya akan semakin memperburuk kondisi keuangan. Alangkah baiknya dalam melakukan aktivitas selalu berpedoman “Segala yang telah dikerjakan harus dicatat dan segala yang tercatat harus dapat dikerjakan dengan baik” sehingga perusahaan yang menggunakan prinsip tersebut dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
  4. Gagal dalam perencanaan. Kegagalan dalam menerapkan rencana biasanya karena rencana yang telah dibuat berdasarkan pengalaman orang lain atau sebuah idealis yang belum pernah diaplikasikan. Kegagalan ini terjadi karena tidak tahu sama seklai kondisi atau medan usaha yang digelutinya. Faktor-faktor yang mendukung kegagalan dalam melaksanakan atau menerapkan rencana adalah dari dalam diri sendiri.
  5. Tempat usaha dan lokasi yang kurang memadai. Tempat usaha dan lokasi sangat menentukan kelancaran bisnis yang digeluti. Salah memilih, membangun, atau membuka tempat usaha yang harapnnya dapat memperbesar usaha justru kandas karena kesalahan tersebut. Tempat usaha seharusnya diperiksa dulu kelayakannya seperti budaya, karakter, strata sosial, pendapatan, selera, kemanan masyarakat disekitarnya.
  6. Kurangnyam pemahaman dalam pengadaan, pemeliharaan, dan pengawasan bahan baku dan sarana peralatan. Kemampuan dalam pengadaan, pemeliharaan, pengawasan bahan baku dan peralatan yang dimiliki sangatlah penting. Karena apabila tidak memiliki kemapuan dalam bidang ini akan membuat biaya operasioanal semakin tinggi dan kerugian akan terjadi.
  7. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi perubahan teknologi. Seoranng yang berwirausaha haruis berani melakukan perubahan dalam organisasinya. Salah satu perubahan yang dapat membantunya adalah perubahan teknologi yang sedang berkembang. Ketidakmampuan mengikuti perubahan teknologi tidak membuat organisasi mati begitu saja tetapi pergerakan organisasinya berlahan-lahan lambat dan berangsur-angsur ketinggalan dengan organisasi yang lain yang lebih cepat menanggapi perubahan teknologi.
  8. Hambatan birokrasi. Birokrasi sangat membantu dalam kearsipan dan adminsitrasi organisasi tetapi apabila birokrasi sangat lambat dan menghambat sama sekali maka akan memperlambat laju kinerga organsiasi.
  9. Keuntungan yang tidak mencukupi. Keuntungan yang akan diperoleh dalam berwirausaha adalah dasar motivasi ketika seseorang merencanakan bidang usaha. Akan tetapi keuntungan yang diperolah di luar dari jangkau biaya yang telah dikeluarkan atau perkiraan laba yang diperoleh sebelumnya akan mengakibatkan kelangsungan usaha yang cepat berhenti. Motivasi karena bayangnan keuntungan yang diperoleh sangat tinggi adalah sikap yang kurang objektif apabila belum mengetahui kondisi lingkungan bisnis yang sebenarnya. Hal yanng paling penting sebelum mnemproleh laba yang tinggi adalah cepat kembalinya modal awal yang digunakan sebagai operasional awal.
  10. Tidak adanya produk yang baru. Produk yang telah dibuat dan berhasil memenangi pasar belum tentu akan bertahan lama karena banyak kompetitor yang selalu melakukan inovasi maupun perbaikan produk mereka untuk tampil di pasar. Pengusaha yang tidak pernah menampilkan produk baru yang kreatif maupun inovatif akan mempercepat berhenti usahanya. Hal ini terjadi karena tidak mampu bersaing oleh kompetitor yang telah mengeluarkan produk baru dan mearik perhatian pasar.

Potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan:
1. Pendapatan yang tidak menentu
2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi
3. Perlu kerja keras dan waktu yang lama
4. Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap

Keuntungan berwirausaha:
1. Otonomi
2. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi
3. Kontrol finansial

Kerugian berwirausaha:
1. Pengorbanan personal
2. Beban tanggungjawab
3. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal

Langkah Menuju Keberhasilan
1. Memiliki ide atau visi bisnis yang jelas
2. Kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko baik waktu maupun uang
3. Membuat perencanaan usah, menorganisasikan, dan menjalankannya
4. Mengembangkan hubungan,, baik dengan mitar usaha maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan

Sumber: http://teddywirawan.wordpress.com/2009/08/31/faktor-penyebab-keberhasilan-dan-kegagalan-berwirausaha/

Peran Ilmu Komputer Dalam Wirausaha


Berwirausaha Multi Profit Dengan Kekuatan Teknologi Komputer & Grafika

Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari barang cetakan. Barang-barang yang kita pergunakan dan konsumsi dalam keseharian kita seperti : koran, buku, kartu nama, poster, iklan menu restoran, kemasan produk makanan dan minuman, kartu undangan pernikahan, proposal, dan masih banyak lagi, semuanya merupakan hasil dari dunia grafika/percetakan.

Industri ini sangat luas cakupannya mulai dari usaha foto copy kecil-kecilan hingga perusahaan percetakan dengan investasi besar sampai miliaran rupiah semuanya dikategorikan sebagai Industri Grafika.
Luasnya cakupan industri grafika, sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang banyak, dan dari berbagai teknik dan bidang yang saling mendukung. Tidak hanya operator mesin cetak, tetapi mulai dari designer grafis, fotografer, insan periklanan serta tenaga pemasaran percetakan.


Demikianlah kenyataannya, dunia grafika tidak bisa berdiri sendiri dalam peranannya menghasilkan produk grafika, sejak awal masa perkembangannya sampai saat ini pertumbuhannya sangat pesat.
Banyak teknik-teknik yang harus anda padukan untuk mendukung dunia grafika seperti teknik fotografi, komputer, desain, disamping teknik grafika itu sendiri, agar anda mendapatkan manfaat darinya terutama untuk keperluan bisnis anda sehingga anda memiliki Sumber Laba.
Masing-masing teknik diatas mempunyai daya dukung yang dalam pelaksanaanya harus dipadukan dan tidak bisa berdiri sendiri.

Fotografi mempunyai peran menghasilkan image yang merupakan salah satu materi grafika yang akan terlebih dahulu diolah oleh unit komputer untuk kemudian hasilnya yang berupa esain diserahkan kepada unit pencetakan sehingga menghasilkan produk akhir dari grafika. Disamping mengolah image komputer berperan menghasilkan huruf-huruf, desain tanpa image maupun dengan image.
Dunia grafika mempunyai peran menduplikasi materi dengan berbagai teknik-teknik grafika. Dalam tulisan selanjutnya akan saya bahas bagaimana teknik Komputer Grafis serta teknik Grafika dipadukan dalam menghasilkan produk akhir grafika. Dan anda dapat mempelajarinya secara seksama, untuk kepentingan anda sendiri.
Dari sekian banyak Software Komputer Grafis yang ada perlu dibahas minimal tiga yaitu Adobe Page Maker, Adobe Photoshop dan Macromedia Freehand. Dimana dengan tiga software ini telah cukup bagi anda untuk mendukung terlaksananya kegiatan persiapan dari dunia grafika.
Mata rantai proses grafika amat banyak dan rumit serta penting anda ketahui dan juga oleh kalangan yang ingin menekuni bidang ini, hal inilah sangat besar pengaruhnya terhadap keinginan menulis artikel ini untuk dapat membantu dan menginspirasi anda membangun bisnis sebagai sumber laba bagi anda.
Dari sekian banyaknya mata rantai proses grafika tersebut mengakibatkan banyak profit center yang bisa di bangun di dalamnya, baik secara sebagian atau keseluruhan proses ingin anda kembangkan, anda dapat menyesuaikan dengan modal yang anda miliki misalnya : Anda tertarik dalam bidang pra cetak saja; (anda dapat mengembangkann : Biro Setting & Disain Grafis, Biro Repro & Color Sparasi Film, Layanan Expose Plate Berbagai Ukuran Mesin, Layanan Expose Master Paper, Layanan Klise Timah Untuk Cetak Hot Print & Emboss. Jika anda tertarik dibidang Cetak ; (anda dapat mengembangkan : Biro Ongkos Cetak Offset, disini anda investasi mesin cetak dengan ukuran dan harga yang dapat anda sesuaikan dengan kemampuan anda menyediakan modal investasi, Biro Sablon, Biro Cetak Hotprint & Emboss.
Dan jika anda tertarik dalam bidang Finishing, anda dapat mengembang- kan : Biro Varnishing & Laminating, Biro Penjilidan, Biro Pemotongan Kertas, Biro Pond & Pisau Pond. Jika anda memiliki modal yang lumayan besar, anda dapat mengembangkan keseluruhan proses grafika dari awal sampai akhir, menjadi sebuah perusahaan percetakan komplit dan melayani Order/Pesanan Barang Cetakan maupun melayani biro-biro lepas yang memiliki order cetakan, dengan service di dalam satu atap (one stop service).
Untuk dapat melakukan hal-hal tersebut, seperti yang saya ungkapkan diatas anda harus menguasai dan meneruskan menggali dari berbagai sumber dan membaca tulisan ini, dan mewujudkannya dalam tindakan 99% kerja keras setelah anda menguasai dan memiliki inpirasi dan berhasil mendapatkan 1% ide, semoga Sukses.

Pemasaran

Online via internet
Dalam era kini, bisnis ini dapat anda jalankan secara online ataupun konvensional. Anda dapat mempromosikan bisnis anda dengan membuat website di internet, dan mendapatkan order pesanan. Naskah mentah ataupun sudah dalam bentuk disain bisa dikirim via email, dan anda terima di kantor anda sekalipun dari jarak yang jauh.
Naskah mentah setelah anda disain kemudian dikirim via email ke customer dalam file pdf. untuk disetujui atau untuk dikoreksi terlebih dahulu. Setelah disetujui anda bisa proses lebih lanjut, apakah anda menggunakan digital printing atau cetak konvensional.
Dan hasil cetaknya dapat dikirim via kurir atau diantar langsung ke tempat customer.

Konvensional (Membentuk Tim Sales)

Pilihan yang paling bagus adalah mengkombinasikan semua hal dalam bisnis ini antara : Manual - online – digital – konvensional, hingga menjadi percetakan yang mumpuni.
Untuk mendapatkan order pakailah sistem jemput bola dengan harga bersaing. Dalam pengembangan bisnis harus dididik tenaga untuk mencari order. Seseorang dapat menjalankan tugas mencari order untuk Percetakan apabila telah mengerti alur proses produksi produk percetakan, paham jenis kertas, mengetahui harga bahan untuk proses produksi, dan mampu kalkulasi harga cetakan. Beberapa perlengkapan yang harus dibawa oleh para tim pemasaran ini antara lain :
• Daftar Harga
• Formulir Pesanan
• Kalkulator
• Pensil
• Pen
• Buku Catatan
• Kartu Kunjungan
• Agenda
• Catatan tentang harga jual, bonus, insentif dan sebagainya
• Foto-foto bila ada
• Contoh-contoh Cetakan
• Contoh Warna
• Penggaris
• Semua dimasukkan dalam tas yang bersih dan bagus.

Oleh karena itu semua hal tersebut harus diajarkan dari awal hingga akhir. Dari beberapa tenaga yang telah dididik dan siap untuk terjun ke lapangan, kemudian mereka harus dibagi kedalam wilayah jelajah penjualan masing-masing, dan diberi-kan target penjualan.
Dengan demikian program jemput bola jalan dibarengi dengan promosi online via internet, akan mampu menghidupi dapur perusahaan.
Jadi Harus diusahakan menggunakan formula sukses dibisnis ini antara lain :
1. Memiliki profil manajemen yang kuat dan konsisten
2. Mentargetkan usaha kecil sebagai pelanggan utama
3. Menghindari perang harga dengan para pesaing, tetapi menekankan kualitas dan kecepatan pelayanan
4. Berlokasi di daerah usaha, dimana usaha ini paling dibutuhkan
5. Menggunakan teknik pemasaran yang agresif
Demikian sekelumit informasi untuk membangkitkan ide usaha, yang diolah dari berbagai sumber dan diramu dengan pengalaman selama ini.

Tags: Berwirausaha, disain, Grafika, komputer, multiprofit

Sumber: http://stahdnj.ac.id/?p=569

Tujuan Pembentukan Kewirausaan

Tujuan Kewirausahaan


Bahan ajar mata diklat Kewirausahaan dapat diajarkan dan dikembangkan di Sekolah-sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Perguruan Tinggi, dan di berbagai kursus bisnis. Di dalam pelajaran Kewirausahaan, para siswa diajari dan ditanamkan sikap-sikap perilaku untuk membuka bisnis, agar mereka menjadi seorang wirausaha yang berbakat. Agar lebih jelas, di bawah ini diuraikan tujuan dari Kewirausahaan, sebagai berikut:

  1. Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
  2. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk meng 7asilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
  3. Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan pelajar dan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
  4. Menumbuhkembangkan kesadaran dan'orientasi Kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.

Ruang Lingkup Kewirausahaan
Ruang lingkup kewirausahaan sangat luas sekali. Secara umum, ruang lingkup kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis. Jika diuraikan secara rinci ruang lingkup kewirausahaan, bergerak dalam bidang:
a. Lapangan agraris
1) Pertanian
2) Perkebunan dan kehutanan

b. Lapangan perikanan
1) Pemeliharaan ikan
2) Penetasan ikan
3) Makanan ikan
4) Pengangkutan ikan

c. Lapangan peternakan
1) Bangsa burung atau unggas
2) Bangsa binatang menyusui

d. Lapangan perindustrian dan kerajinan
1) Industri besar
2) Industri menengah
3) Industri kecil
4) Pengrajin

  • Pengolahan hasil pertanian
  • Pengolahan hasil perkebunan
  • Pengolahan hasil perikanan
  • Pengolahan hasil peternakan
  • Pengolahan hasil kehutanan

e. Lapangan pertambangan dan energi
f. Lapangan perdagangan
1) Sebagai pedagang besar
2) Sebagai pedagang menengah 3) Sebagai pedagang kecil

g. Lapangan pemberi jasa
1) Sebagai pedagang perantara
2) Sebagai pemberi kredit atau perbankan 3) Sebagai pengusaha angkutan 4) Sebagai pengusaha hotel dan restoran
5) Sebagai pengusaha biro jasa travel pariwisata
6) Sebagai pengusaha asuransi, pergudangan, perbengkelan, koperasi, tata busana, dan lain sebagainya.

Tenaga wirausaha merupakan salah satu unsur yang ikut serta dalam mencapai cita-cita nasional, yaitu mencapai masyarakat adil dan makmur, baik material, maupun spiritual. Partisipasi masyarakat dan para wirausaha perlu ditingkatkan, guna mencapai cita-cita tersebut. Tenaga-tenaga para wirausaha adalah tenaga pelopor pembangunan dan pejuang nasional,untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran.

Sadarilah bahwa lapangan kerja wirausaha itu begitu luas ruang lingkupnya dan perlu mendapat perhatian kita bersama dan perlu kita isi. Dengan terisinya lapangan kerja tersebut maka tingkat sosial ekonomi masyarakat, bangsa, dan negara akan meningkat. Tenaga-tenaga wirausaha harus dapat memajukan lingkungannya. Para wirausaha merupakan pejuang, pencipta, pengusaha, dan juga sebagai organisator pendekar bisnis, niaga, industri, dan kebudayaan.

Keberanian untuk membentuk kewirausahaan di sekolah harus didorong oleh guru-guru, khususnya oleh guru yang memberikan mata diklat Kewirausahaan, agar mereka berminat untuk menjadi wirausaha. Dorongan untuk membentuk wirausaha, juga datang dari orang tua, teman sepergaulan, lingkungan famili, para sahabat, dan lain sebagainya.

Di dalam mengatasi persoalan tenaga kerja yang semakin banyak menganggur, caranya adalah dengan membuka lapangan wirausaha dan memasyarakatkan kewirausahaan. Akan tetapi banyak juga faktor psikologis yang membentuk sikap negatif, sehingga banyak para siswa kurang berminat untuk menjadi wirausahawan. Orang tua siswa banyak juga yang tidak menginginkan anakanaknya menekuni bidang kewirausahaan. Mereka berusaha mengalihkan perhatian anaknya untuk menjadi pegawai negeri. Padahal dengan adanya perubahan lingkungan bisnis dalam abad sekarang, telah banyak menuntut para wirausaha yang tangguh dan profesional.

Seperti kita ketahui bahwa wirausaha mengacu pada orang yang melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan dan nilai tambah. Jadi, jika para siswa ingin menjadi wirausaha maka ia harus mempunyai sifat keberanian, keteladanan, dan berani mengambil risiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Wirausaha tidak semata-mata dimotivasi oleh financial incentive, tetapi oleh keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan yang tidak diinginkannya. Di samping itu wirausaha ingin menemukan arti baru bagi kehidupannya (Russel M. Knight, 1983).

Sumber: http://umarstain.blogspot.com/2009/04/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup.html

Penjelasan Mengenai Kewirausahaan

Pengertian Kewirausahaan


Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Ia bebas merancang, menentukan mengelola, mengendalikan semua usahanya. Sedangkan kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan meruapakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan bersaahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegaitan usahanya atau kiprahnya. Seorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Dari waktu-ke waktu, hari demi hari, minggu demi minggi selalu mencari peluang untuk meningkatkan usaha dan kehidupannya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasi lah semua peluang dapat diperolehnya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya.
Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam emnjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, msaayarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya. Istilah kewirausahaan, kata dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur, yang dalam bahasa Inggris di kenal dengan between taker atau go between. Pada abad pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seseorang actor yang memimpin proyek produksi, Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada. Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi. Istilah wirausaha dan wiraswasta sering digunakan secara bersamaan, walaupun memiliki substansi yang agak berbeda.
Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5) mengemukakan definisi wirausaha sebagai berikut : “ An entrepreuneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the perpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and asembling the necessary resourses to capitalize on those opportunuties”.
Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :
1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.
Berdasarkan keenam konsep diatas, secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai sesuatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko.
Dari segi karakteristik perilaku, Wirausaha (entepreneur) adalah mereka yang mendirikan, mengelola, mengembangkan, dan melembagakan perusahaan miliknya sendiri. Wirausaha adalah mereka yang bisa menciptakan kerja bagi orang lain dengan berswadaya. Definisi ini mengandung asumsi bahwa setiap orang yang mempunyai kemampuan normal, bisa menjadi wirausaha asal mau dan mempunyai kesempatan untuk belajar dan berusaha. Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok (1) peluang dan, (2) kemampuan menanggapi peluang, Berdasarkan hal tersebut maka definisi kewirausahaan adalah “tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif dan inovatif.” (Pekerti, 1997)


Sumber: http://viewcomputer.wordpress.com/kewirausahaan/