Sabtu, 19 Mei 2012

Tugas Pemrograman Jaringan


1.      Jelaskan secara singkat apa yang anda ketahui tentang UDP?

Pengertian UDP (user Data Protocol)
UDP merupakan lapisan transportasi protokol lain yang bertugas melakukan transmisi data point to point pada sebuah jaringan. Tidak seperti TPC, UDP merupaka protokol yang bersifat connectionless. Tidak ada sesi yang dilakukan, protokol ini benar-benar mencoba melakukan usaha yang terbaiknya ketika melakukan pengiriman data. UDP tidak akan memeriksa apakah host tujuan menerima pesan yang sudah dikirim.

2.      Jelaskan perbedaan TCP dan UDP?

Berbeda dengan TCP, UDP merupakan connectionless dan tidak ada keandalan, windowing, serta fungsi untuk memastikan data diterima dengan benar. Namun, UDP juga menyediakan fungsi yang sama dengan TCP, seperti transfer data dan multiplexing, tetapi ia melakukannya dengan byte tambahan yang lebih sedikit dalam header UDP.

UDP melakukan multiplexing UDP menggunakan cara yang sama seperti TCP. Satu-satunya perbedaan adalah transport protocol yang digunakan, yaitu UDP. Suatu aplikasi dapat membuka nomor port yang sama pada satu host, tetapi satu menggunakan TCP dan yang satu lagi menggunakan UDP—hal ini tidak biasa, tetapi diperbolehkan. Jika suatu layanan mendukung TCP dan UDP, ia menggunakan nilai yang sama untuk nomor port TCP dan UDP.

UDP mempunyai keuntungan dibandingkan TCP dengan tidak menggunakan field sequence dan acknowledgement. Keuntungan UDP yang paling jelas dari TCP adalah byte tambahan yang lebih sedikit. Di samping itu, UDP tidak perlu menunggu penerimaan atau menyimpan data dalam memory sampai data tersebut diterima. Ini berarti, aplikasi UDP tidak diperlambat oleh proses penerimaan dan memory dapat dibebaskan lebih cepat. Pada tabel, Anda dapat melihat fungsi yang dilakukan (atau tidak dilakukan) oleh UDP atau TCP.


3.    Berikan contoh aplikasi –aplikasi yang menggunakan protokol UDP, dan jelaskan bagaimana kerja  aplikasi tersebut!

1) Domain Name System (DNS)
Cara kerjanya Pada komputer Client,
a. sebuah program aplikasi misalnya http, meminta pemetaan IP Address (forward lookup query). Sebuah program aplikasi pada host yang mengakses domain system disebut sebagai resolver, resolver menghubungi DNS server, yang biasa disebut name server.
b. Name server meng-cek ke local database, jika ditemukan, name server mengembalikan IP Address ke resolver jika tidak ditemukan akan meneruskan query tersebut ke name server  root server.
c. Terakhir barulah si client bisa secara langsung menghubungi sebuah website / server yang diminta dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh DNS server.

2) Video Streaming
a. Server and Client
Video streaming terbentuk hanya karena terdapat server (memiliki jaringan serta ruang penyimpanan yang besar) dan klien (PC pribadi) yang dapat berkomunikasi dalam bentuk bit.
b. Mentransfer Bit dan Bytes
Server menyimpan file video yang berisi beberapa bit dan byte – byte kode.
c. Membaca dan Menerima Film
Setelah server melakukan koneksi dengan remote client (komputer pribadi), ia mulai  mentransfer instruksi untuk memutar video di computer dalam bentuk kode stream yang berukuran kecil.
d. Memerlukan Buffer
Computer menyimpan dan mengolah kode-kode video dalam file buffer, sehingga tidak harus terus menerus harus tersambung ke server. Jika koneksi terputus untuk sementara, maka server akan mengetahui sampai sejuh mana file berhasil di buffer, untuk kemudian server amakn mengirimkan kode-kode selanjutnya untuk memutar video.
e. Format dan Media Player
Untuk membaca kode-kode file yang diterima dari server tersebut, diperlukan suatu cara.  Jika kita langsung membukanya pada computer, Anda tidak akan tahu bahwa file tersebut adalah file video.

4.      Bagaimana konsep Client Server dalam jaringan computer?

Client-server adalah suatu bentuk arsitektur, dimana client adalah perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi (software komputer) dan server adalah perangkat yang menyediakan dan bertindak sebagai pengelola aplikasi, data, dan keamanannya. Server biasanya terhubung dengan client melalui kabel UTP dan sebuah kartu jaringan (network card). Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.
Sebuah contoh dari aplikasi client-server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP). Skrip ASP akan dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services), sementara skrip yang berjalan di pihak client akan dijalankan oleh web browser pada komputer client (workstation). Client-server merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu diinstall database. Dengan metode client-server database dapat diinstal pada komputer server dan aplikasinya diinstal pada client.

5.      Jelaskan secara singkat apa yang anda ketahui tentang Protokol Transport!

Protokol transport adalah sebuah protokol komunikasi yang bertanggung jawab untuk membuat sambungan dan memastikan bahwa semua data telah tiba dengan aman. Hal ini didefinisikan dalam lapisan 4 OSI model. Sering kali, protokol transport istilah menyiratkan layanan transportasi, yang mencakup tingkat rendah data link protokol yang memindahkan paket dari satu node ke yang lain.

6.      Dalam protokol transport terdapat dua protokol utama yaitu TCP and UDP, jelaskan perbedaan TCP dan UDP!

a. Protokol TCP
TCP( Transmission Control Protocol ) adalah salah satu jenis protokol transfer data. TCP mempunyai karakteristik sebagai protokol yang berorientasi koneksi (Connection oriented). Sebelum terjadi proses tranfer data, maka yang pertama dilakukan adalah kedua belah pihak melakukan caal request dan call accept. Protokol TCP menggunakan jalur data full duplex yang berarti antara kedua host terdapat dua buah jalur, jalur masuk dan jalur keluar sehingga data dapat dikirimkan secara simultan.

Sebuah circuit virtual disiapkan sebelum packet-packet dikirimkan. Pada masing-masing packet terdapat virual circuit identifier yang berisi alamat tujuan packet tersebut. Data yang dikirimkan dalam sebuah protokol TCP maka akan diurutkan dengan sebuah nomor urut dan akan mengharap packet positive acknowledgment. Apabila tidak ada packet positive acknowledgment, maka packet akan dikirim ulang. Oleh karena itu, protokol TCP reliable. Akan tetapi karena harus mengecek setiap packet yang dikirmkan, maka protokol TCP relatif lambat. Pada TCP, hanya bisa melakukan koneksi one-to-one dan tidak bisa melakukan koneksi one-to-many. Karena rute-rute packet sudah ditentukan sebelumnya, maka akan lebih sulit bagi jaringan untuk beradaptasi dengan kemacetan. Apabila sebuah simpul/node mengalami kerusakan/kegagalan, maka seluruh virtual circuit yang melewati simpul tersebut akan hilang.

b.Protokol UDP
UDP ( User Datagram Protocol) adalah jenis transfer data yang lain dari TCP. UDP mempunyai karateristik connectionless (tidak berbasis koneksi). Dengan kata lain, data yang dikirimkan dalam bentuk packet tidak harus melakukan call setup seperti pada TCP. Selain itu, data dalam protokol UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor identifier. Sehingga sangat besar sekali kemungkinan data sampai tidak berurutan dan sangat mungkin hilang/rusak dalam perjalananan dari host asal ke host tujuan. Tergantung pada host penerima/tujuan, apakah akan meminta kembali pakcet yang rusak atau hilang.

Kelebihan UDP adalah pada saat digunakan pada lightweight protokol, misalnya saja DNS(Domain Name Service). Selain itu protokol UDP lebih fleksibel karena misalnya saja terjadi kemacetan pada salah satu bagian jaringan, maka datagram dapat dialihkan menghindari bagian yang mengalami kemacetan tersebut. Kemudian apabila sebuah simpul(node) mengalami kerusakan/kegagalan, maka pacekt packet berikutnya dapat menemukan jalan/rute pengganti yang melewati simpul tersebut.
1. UDP adalah “datagram-oriented”, sedangkan TCP adalah “session-oriented”. Datagram adalah paket informasi self-contained. UDP berhubungan dengan datagram atau paket individu yang dikirim dari client ke server dan atau sebaliknya.

2. UDP adalah connection-less. Client tidak membangun koneksi ke server sebelum mengirim data, client hanya mengirim data secara langsung.

3. UDP adalah protokol yang tidak andal, dalam artian :

* Paket dapat hilang. UDP tidak dapat mendeteksinya, sehingga pada program aplikasi client – server, metode transmisi ulang dikarenakan data rusak atau hilang harus dilakukan pada level aplikasi. Biasanya aplikasi menunggu hingga timeout habis, dan kemudian mencoba lagi.

* Paket dapat mengalami kerusakan. Paket UDP berisi checksum semua data dalam paket. Checksum ini memungkinkan UDP mendeteksi kapan suatu paket mengalami kerusakan. Jika hal ini terjadi, maka paket tersebut dikeluarkan, dan sebagaimana biasa aplikasilah yang mendeteksi hal ini dan melakukan transmisi ulang seperlunya.

* Karena UDP adalah datagram-oriented dan pada level protokol setiap paket berdiri sendiri, maka UDP tidak memiliki konsep paket sesuai urutan, yang selanjutnya berarti tidak memerlukan nomor urut pada paket tersebut.

* Karena UDP tidak memerlukan mekanisme kontrol yang rumit, maka UDP dapat dianggap lebih mudah dan lebih kecil ( dalam hal baris data dan memori ) untuk diimplementasikan. Namun hal tersebut juga membuat UDP tidak cocok untuk sejumlah besar data.

7.      Berikan contoh aplikasi –aplikasi yang menggunakan protokol TCP, dan jelaskan bagaimana kerja aplikasi tersebut!

1) Telnet
Untuk dapat mengakses telnet,biasanya (dan seharusnya) kita memiliki sebuah account atau login di komputer yang di tuju.Dan login tersebut disertai password (kata kunci) sebagai verivikasi atau sebagai legalisasi dari account yang kita masukkan,dan account tersebut di berikan oleh sang administrator atau lembaga yang memiliki server yang dapat di-TELNET.
-klik start button pada pojok kiri bawah
-klik Run
-Ketik TElnet
klik OK
Stelah aplikasi telnet jalan klik connect,kemudian editlah Remote System seperti gambar di atas.jangan lupa untuk memakai VT 100 (besar),supaya lancar membuka pine(email) dan menjalankan aplikasi lainnya seperti text editor.
Host Name:isi dengan IP dari komputer yang akan kita tuju
Port: isikan Port ini dengan telnet
Term Type: Gunakan option VT 100 (huruf besar)

2) FTP (File Transfer Protocol)
- Buka YAST | Network Services | FTP Server
- Pada wizard pertama — Start-Up — Tentukan pilihan untuk Service Start. Sebaiknya pilih when booting agar service FTP langsung berjalan pada saat komputer dihidupkan. Untuk Switch On & Off
- Pada wizard kedua — General — tentukan banner Welcome Message
- Pada wizard ketiga — Performance — tentukan setting koneksi akan diputus jika user idle alias tidak melakukan apa-apa selama sekian menit, kemudian jumlah maksimum klien yang boleh mengakses dari 1 IP
- Pada wizard keempat — Authentication — tentukan siapa saja yang boleh mengakses FTP Server
- Pada wizard kelima — Expert Settings– tentukan pilihan untuk Passive Mode, akses SSL (Secured Sockets Layer) dan setting Firewall

3) SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) didefinisikan dan digunakan dalam Internet untuk mengirimkan electonic mail  (E-mail). Cara  kerja SMTP mirip  yang dilakukan oleh FTP. SMTP menggunakan  beberapa  spool  dan  queue.  Pesan  yang  dikirim  oleh  SMTP akan  dikirimkan  dalam  queue.  SMTP  akan  menghindari  membalas  pesan  dari  queue  jika dihubungkan ke remote machine. Jika pesan tidak dapat dibalas dengan waktu yang telah ditentukan maka  pesan  akan  dikembalikan  ke  pengirim  atau  dipindahkan. SMTP bekerja berdasarkan pengiriman end-to-end, dimana SMTP client (pengirim) akan menghubungi SMTP server (penerima) untuk segera mengirimkan email.

8.      Jelaskan langkah dan prinsip kerja socket programming untuk komunikasi dua arah!

Langkah – langkah yang dilakukan pada client dan server adalah sebagai
berikut :
1.   Langkah – langkah dasar di client :
a.   Membuka koneksi client ke server, yang di dalamnya adalah :
b   Membuat socket dengan perintah socket()
c   melakukan pengalamatan ke server.
d   Menghubungi server dengan connect()
e.   Melakukan komunikasi (mengirim dan menerima data), dengan
menggunakan perintah write()  dan  read()
2.   Langkah – langkah dasar di server :
a.   Membuat socket dengan perintah socket()
b.   Mengikatkan socket kepada sebuah alamat network dengan perintah
bind()
c.   Menyiapkan socket untuk menerima koneksi yang masuk dengan
perintah  listen()
d.   Menerima koneksi yang masuk ke server dengan perintah accept()
e.   Melakukan komunikasi (mengirim dan menerima data), dengan
menggunakan perintah write()  dan  read()

Tidak ada komentar:

Posting Komentar